Jumat, 15 April 2022

DISERBU UNTUK MENU BERBUKA, STREET FOOD DI GRESIK DIJADIKAN PELUANG USAHA

Street Food di Gresik, Jawa Timur beralih fungsi sebagai pasar ramadhan. 
Sumber: Alfa Chumaidah
 

Gresik - Kawasan kaki lima atau istilah kerennya street food populer dengan para pedagang yang menjajakan dagangannya secara terang-terangan, menjual jajanan siap santap dan dimasak pada saat itu juga bukanlah hal asing yang dapat kita lihat di tepian jalan. Apalagi saat bulan ramadhan seperti saat ini.

Bulan ramadhan seakan menjadi berkah bagi masyarakat setempat, peluang usaha untuk membuat takjil dan menjajakannya di jalanan seakan memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh keuntungan. Seperti di daerah Gresik, Jawa Timur banyak pejual musiman yang memenuhi area street food dan menggelar jajanannya di sana. Salah satunya Bu Lukha (40) pedagang takjil dadakan yang menjajakan berbagai gorengan, jajanan pasar, kolak, hingga menu buka puasa khas Gresik, seperti nagasari, bongko kopyor, bongko cublek, bonggolan, dan masih banyak lagi. “Saya sudah berjualan takjil sejak lama, 5 tahun ada kalo ndak salah. Dulunya yang ngemper di sini cuma beberapa orang, jus-jus buah belum ada.” ujar Bu Lukha, penjual takjil di Street Food Gresik, Rabu (13/04/2022).

Sembari menunggu adanya pembeli, Bu Lukha mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berjualan di luar waktu bulan puasa. Dia mulai menggelar dagangannya pada pukul 14.30 WIB hingga jajanannya habis terjual. “Biasanya disini rame pas jam-jam 3 sampai adzan maghrib, Mbak. Kadang ada orang kena macet minggir dulu, beli es campur sama gorengan buat buka puasa. Yang paling laris ya gorengan sama bongko kopyor ini.” tambahnya.

Bu Lukha mengatakan, bahwa ide berjualan takjil ini merupakan warisan dari orang tuanya. Beliau hanya menjual, jajanan yang beliau bawa adalah titipan dari para tetangga di desanya. “Ya alhamdulillah, Mbak. Banyak sedikit disyukuri ae. Saya ini bawa titipan tetangga, bukan punya saya semua ini. Yo ndak bisa saya buat jajan akeh werno ngeten, Mbak. Saya cuma jual es-es niki, gorengan saya yang buat, kalo kolak, bongko, nagasari saya ambil dari orang. Alhamdulillah per-hari keuntungan ada 300.000 sampai 500.000 ribuan.” jawabnya dengan sumringah.

Street food yang alih fungsi sebagai pasar takjil dadakan ini memang terlihat ramai, berbagai gerobak memenuhi sepanjang trotoar, suara saut-sautan penjual dan pembeli seakan menambah meriah pasar ramadhan di sini. Diwawancara di hari yang sama, Mbak Rida (36) pegawai kantor kecamatan juga mengatakan kalau di daerah ini memang sudah ramai meskipun bukan bulan ramadhan, selain terletak di pinggir jalan besar, street food di daerah Gresik ini juga dekat dengan kantor kecamatan, gedung olahraga, alun-alun, pasar dan menjadi pintu masuk antar desa. Tak heran jika street food ini banyak di lirik pembeli, terlebih di bulan ramadhan.

“Disini kalau hari biasa malahan ramenya lama, bisa sampai tengah malam. Biasanya ada anak-anak ngemper sambil beli jus, wedang atau gorengan Bu Tini. Wes rame banget, sore-sore gerobak sudah buka, kadang juga jadi pasar dadakan kalau pasar mingguan masih lama.” jelasnya.

Mbak Rida juga menyampaikan jika masalah kemacetan akibat penjual yang membeludak di bulan puasa adalah hal biasa, pengguna jalan mungkin akan menggerutu apalagi jika ada mobil tangki yang keluar-masuk menambah sesak jalanan, namun mereka akan tetap berjualan kembali meskipun ada razia yang berujung penggusuran. “Sudah biasa, Mbak. Trotoar juga dialih fungsikan, beberapa kali digusur Satpol PP juga besoknya dagang lagi.” ujarnya sambil terkekeh.



Alfa Chumaidah - B7129057

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISERBU UNTUK MENU BERBUKA, STREET FOOD DI GRESIK DIJADIKAN PELUANG USAHA

Street Food  di Gresik, Jawa Timur beralih fungsi sebagai pasar ramadhan.  Sumber: Alfa Chumaidah   Gresik -  Kawasan kaki lima atau istil...